Jumat, 14 Juni 2013

Mengapa AVAIL ???

AVAIL memiliki misi yang sangat mulia : Karena Kemunculan AVAIL, Lebih Banyak Orang Dapat Menikmati Kesehatan & Kehidupan Yang Lebih Baik !!!


Berbisnis bersama AVAIL berarti kita berperan aktif berbagi informasi bermanfaat bagi kesehatan reproduksi kaum wanita sekaligus mensosialisasikan penggunaan pembalut & pantiliner kesehatan dalam rangka “Cegah Kanker Serviks Se-Dini Mungkin !”



Kanker Serviks, Pembunuh Pertama Wanita Indonesia

Kanker Serviks (Cervical Cancer) atau Kanker pada leher rahim adalah Kanker yang terjadi pada Serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukkan bahwa Kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur 20-30 tahun. Istilah "Kanker" selalu memberi rasa yang menakutkan dan meyeramkan. Hal ini juga banyak menimpa wanita Indonesia, setiap tahun sekitar 8.000 wanita Indonesia meninggal dunia akibat Kanker Serviks.

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Serviks

Gejala awalnya adalah pendarahan pada liang senggama, timbul keputihan bercampur darah dan beraroma tidak sedap, serta nyeri panggul atau tidak bisa buang air kecil. Bahkan tanpa ada tanda-tanda atau kesakitan pada peringkat awal.
Apabila seseorang telah terjangkit, tanda-tandanya adalah :
  • Berdarah (bukan ketika haid)
  • Lendir menjadi lebih banyak
  • Sakit bagian pinggang/pinggul
  • Sakit ketika berhubungan intim

Penyebab Kanker Serviks

Kanker Serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV). HPV dapat menular melalui hubungan seksual yang tidak normal dan seringkali bertukar perlengkapan pribadi seperti celana dalam dan handuk. Penyakit Kanker Serviks pun bisa menurun kepada anak yang dilahirkan oleh ibu pengidap HPV. Jadi resiko Kanker Serviks jauh lebih berat, ketimbang para perokok berat, menurut Prof. M. Farid Azis di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (21/1/09).
Selain hal di atas, Dokter Spesialis Ginekologi-Onkologi Konsultan FK UI-RSCM, (14/2), menemukan salah satu penyebab Kanker Serviks adalah bila wanita selalu berada di tempat yang lembab. Fakta di atas mengindikasikan bahwa setiap wanita beresiko terinfeksi HPV tanpa memandang usia dan gaya hidup. Di Indonesia kasus Kanker Serviks melanda 40-50 orang per hari, sementara yang meninggal mencapai 20-25 orang per hari.

Pencegahan dari Kanker Serviks

Di Indonesia Kanker Serviks menduduki peringkat pertama di antara 10 jenis Kanker yang diderita kaum wanita. Bahkan sekitar 20-25 wanita meninggal dunia setiap dua menit di dunia. Meski berbahaya, para wanita masih bisa menepis bahaya Kanker Serviks dengan pengobatan atau terapi berdasarkan stadium Kanker Serviks saat diagnosis. Pencegahan berupa vaksin sebaiknya dilakukan sedini mungkin kepada remaja putri berusia 10 tahun yang telah mendapat rekomendasi dari IDAI (Ikatan Dokter Ginekologi Indonesia).
Selain itu menjaga kebersihan dan kelembaban di seputar vagina dan faktor penggunaan pembalut yang berkualitas menjadi sangat penting.

Kanker Mulut Rahim
Kanker Serviks


Kanker Payudara, Pembunuh Wanita Kedua
  • Kanker Payudara biasanya menyerang wanita yang berusia 40-50 tahun !!!
  • Kanker Payudara tidak diakibatkan oleh keturunan.
  • 85% pengidap Kanker Payudara tidak mempunyai riwayat Kanker Payudara di kalangan keluarganya!




Kanker Payudara - Sudah sering mendengar nama ini kan kawan ? so pasti. Karena nama ini sangat tidak asing di telinga kita. Mendengar nama Kanker yang terdapat dalam pikiran kita tentu saja sebuah nama penyakit yang sangat berbahaya dan mengerikan ? Momok mengerikan sama halnya dengan Kanker Serviks.

Menurut om Wikipedia.org, Kanker Payudara adalah Kanker yang terjadi pada jaringan Payudara. Kanker jenis ini umumnya terjadi pada kaum hawa. Meski kaum adam juga bisa terkena namun sangat kecil kemungkinannya. Pengobatan yang dilakukan untuk Kanker Payudara ini adalah dengan pembedahan. Dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.



Gejala, Ciri-ciri, dan Tanda Kanker Payudara

Gejala klinis terjadinya Kanker Payudara yang umum terjadi adalah sebagai berikut :
  1. Benjolan Kecil Pada Payudara. Benjolan ini biasanya tidak nyeri dan ukuranya kecil. Tapi lama-lama membesar dan menempel pada kulit serta menimbulkan perubahan warna pada puting dan atau payudara.
  2. Eksema atau Erosi Pada Puting. Selanjutya, kulit atau puting tertarik kedalam (retraksi), warna pink atau kecoklatan sampai menjadi oedema yang menyebabkan menjadi seperti kulit jeruk, mengkerut dan menjadi borok. Borok membesar dan mendalam hingga bisa merusak payudara. Busuk dan berdarah. Ciri-ciri lainnya adalah terjadinya pendarahan pada puting. Sakit/nyeri bila tumor sudah besar dan timbul borok. Kemudian timbul pembesaran pada ketiak yaitu kelenjar getah bening, terjadi pembekakan pada lengan. Kemudian terjadi penyebaran Kanker ke seluruh tubuh. Kanker Payudara tingkat lanjut sangat mudah diketahui. Yaitu adanya pada kulit payudara yang cukup luas, serta ada nodul satelit. Adanya edema pada lengan, metastase jauh, terjadi ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi. Adanya kelenjar getah bening aksila.
  3. Nipple Discharge atau Keluarnya Cairan. Gejala yang ketiga adalah keluarnya cairan yang tidak wajar dan spontan dari putih atau yang disebut dengan nipple discharge. Kenapa cairan ini dikatakan tidak normal, tidak lain karena cairan normal hanya keluar pada ibu hamil, sedang menyusui atau yang memakai pil kontrasepsi. Ciri cairan ini, cairan berdarah encer, warna merah atau coklat, keluar sendiri tanpa dipijit. Keluar dengan terus menerus pada satu payudara. Bagi anda yang mengalami ciri-ciri ini harus waspada dan segera periksa ke dokter untuk mencegah kanker makin parah.

Penyebab Terjadinya Kanker Payudara

Belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya Kanker Payudara. Namun terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempengaruhi terjadinya Kanker Payudara. Yaitu :

Faktor Risiko :

  1. Faktor Reproduksi. Terjadinya nuliparitas, menarche pada wanita berusia muda, terjadinya menopause dan kehamilan pertama pada wanita berusia tua.
  2. Penggunaan Hormon. Harvard School of Public Health melaporkan bahwa terdapat para pengguna terapi estrogen replacement mengalami peningkatan terjadinya Kanker Payudara.
  3. Memiliki Penyakit Fibrokistik.
  4. Obesitas atau kegemukan.
  5. Konsumsi Lemak.
  6. Radiasi Ionisasi yang terjadi selama atau sesudah pubertas dapat meningkatkan terjadinya resiko Kanker Payudara.

Faktor Genetik :


Selain faktor-faktor diatas Kanker Payudara juga bisa disebabkan oleh faktor genetik atau faktor keturunan. Yaitu adanya mutasi pada beberapa gen yang dapat memicu terjadinya Kanker Payudara. Yaitu gen yang bersifat onkogen dan gen yang bersifat mensupresi tumor. Diantaranya adalah gen BRCA2 dan BRCA1.

Pencegahan Kanker
  1. Pencegahan Primer. Merupakan promosi kesehatan yang sehat. Yaitu melalui upaya menghindarkan diri dari Faktor Risiko di atas serta melakukan pola hidup sehat. Termasuk juga dengan pemeriksaan payudara sendiei alias SADARI.
  2. Pencegahan Sekunder. Dilakukan pada wanita yang memiliki risiko terkena Kanker Payudara. Yaitu dengan melakukan deteksi dini dengan via skrining mammografi yang diklaim memiliki 90% akurat. Skrining berlaku untuk wanita usia 40 tahun keatas, wanita yang harus rujuk skrining setiap tahun dan wanita normal yang harus rujuk skrining tiap 2 tahun sekali hingga usia 50 tahun.
  3. Pencegahan Tertier. Dilakukan pada wanita yang positif menderita Kanker Payudara. Ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup serta mencegah komplikasi penyakit. Bisa berupa operasi, kemoterapi sitostatika. Pada stadium tertentu hanya berupa simptomatik dan pengobatan alternatif.
Pengobatan Kanker
  1. Mastektomi atau operasi pengangkatan payudara. Baik pengangkatan total payudara dan benjolan di ketiak, pengangkatan payudara saja maupun pengangkatan sebagian pada bagian yang terdapat Kanker saja.
  2. Radiasi yaitu proses penyinaran dengan sinar X dan sinar gamma pada bagian yang terkena kanker. Ini berfungsi untuk membunuh sel kanker yang masih tersisa setelah operasi.
  3. Kemoterapi yaitu pemberian obat-obatan anti Kanker. Baik obat dalam bentuk pil cair/kapsul maupun melalui infus untuk membunuh sel Kanker.
Nah cukup jelas bukan sedikit info tentang Kanker Payudara di atas. Dengan begini kita terutama kaum wanita jadi lebih menjaga diri dan kesehatan. Untuk info lebih lanjut seputar Kanker Payudara ini bisa hubungi dokter terdekat.

Mastektomi, radiasi dan kemoterapi bukanlah jaminan untuk sembuh total dari Kanker Payudara. Maka dari itu lebih baik mencegah daripada mengobati. Pilih sehat apa pilih operasi Kanker Payudara hayoo ???

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_payudara 


Myom & Kista, Penyebab Wanita Sulit Mempunyai Keturunan


MYOM


Myom

Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsangan hormon estrogen. Pada jaringan mioma jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miometrium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopause).

Sering kali tumor jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih.

Berdasarkan lokasinya mioma uteri dibagi dalam tiga jenis :

  1. Pertumbuhan tetap di dalam dinding rahim
  2. Pertumbuhan ke arah rongga rahim
  3. Pertumbuhan ke arah permukaan dinding rahim
Sebagian penyakit ini ditemukan secara kebetulan pada saat pemeriksaan panggul rutin. Gejala yang timbul bergantung pada lokasi dan besarnya tumor, namun yang paling sering ditemukan adalah :
  • Perdarahan yang banyak dan lama selama masa haid atau pun di luar masa haid.
  • Rasa nyeri karena tekanan tumor dan terputarnya tangkal tumor, serta adanya infeksi di dalam rahim.
  • Penekanan pada organ di sekitar tumor seperti kandung kemih, ureter, rektum atau organ rongga panggul lainnya, menimbulkan gangguan buang air besar dan buang air kecil, pelebaran pembuluh darah vena dalam panggul, gangguan ginjal karena pembengkakan tangkai tumor.
  • Gangguan sulit hamil karena terjadi penekanan pada saluran indung telur.
  • Pada bagian bawah perut dekat rahim terasa kenyal.
Sering kali penderita merasa nyeri akibat miom mengalami degenerasi atau kontraksi uterus berlebihan pada mioma yang tumbuh ke dalam rongga rahim. Pasangan suami istri sering kali sulit untuk punya anak (infertilitas) disebabkan gangguan pada tuba, gangguan implantasi pada endometrium, penyumbatan, dan sebagainya.
Mioma Uteri dapat mengganggu kehamilan dengan dampak berupa kelainan letak bayi dan plasenta, terhalangnya jalan lahir, kelemahan pada saat kontraksi rahim, pendarahan yang banyak setelah melahirkan dan gangguan pelepasan plasenta, bahkan bisa menyebabkan keguguran.
Sebaliknya, kehamilan juga bisa berdampak memperparah Mioma Uteri. Saat hamil, mioma uteri cenderung membesar, dan sering juga terjadi perubahan dari tumor yang menyebabkan perdarahan dalam tumor sehingga menimbulkan nyeri. Selain itu, selama kehamilan, tangkai tumor bisa terputar.



KISTA

Kista
Kista adalah tumor jinak di yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.

Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.


Tahukah Anda ???

  • Menurut Yayasan Kanker Indonesia, saat ini penyakit Kanker leher rahim mengakibatkan korban meninggal sedikitnya 200.000 wanita per tahun.
  • Sebanyak 52 juta dari sekitar 115 juta perempuan Indonesia berisiko terkena Kanker rahim (Serviks) karena berbagai alasan, kata dr.Djemi, SpOG dalam Seminar Deteksi Dini Kanker Rahim dan Payudara pada Wanita, di Palu, Maret 2007 (kutipan harian Analisa, Minggu 25/03/2007).
  • Jika seorang mulai terjangkit infeksi vagina sejak usia 20 tahun, maka sedikitnya 6 tahun hidupnya akan dihabiskan hanya untuk pengobatan dan perawatan infeksi.
  • Banyak wanita terjangkit infeksi vagina 62% lebih disebabkan oleh pemakaian pembalut yang kurang berkualitas. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar